Rabu, 25 Juli 2018

OLEH OLEH dari KMD Nasional Saka Widya Budaya Bhakti
16 - 22 Juli 2018
Graha Pelatdiknas Cibubur Jakarta Timur

Terima kasih untuk kawan kawan dan para instruktur (kawan lama guru lama - yg tlah lama tiada kabarnya, dan di sinilah kita berjumla lagi)





Sabtu, 19 Mei 2018

NEW PLACE......... NEW HORIZON............ NEW HOPE.......

NEW PLACE with NEW HORIZON and always ask to GOD for a NEW HOPE




Aktivitas Jual Beli 
Kedai Pramuka KakaQue pindah ke lokasi baru :

Jalan Pisangan Baru Selatan No.4, 
Pisangan Baru - Matraman, 
Kota Jakarta Timur, 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 
13110












Fasilitas :

  • Ruangan Kedai Ber-AC
  • Parkiran memadai
  • Transaksi Tunai maupun non Tunai dengan mesin EDC BCA
  • Terima pembayaran dengan Credit Card VISA/MASTER
  • Menerima pembayaran kartu KJP (Kartu Jakarta Pintar)
  • Mudah di akses angkutan umum yang melintas lewat depan Kedai yaitu : 
  • Angkot APB JT04 Rawamangun – Kayumanis
    Jalur / TrayekAPB JT 04 Rawamangun – Kayumanis : Rawamangun – Jalan Pegambiran – Jalan Cipinang Baru Timur – Persahabatan – Jalan Cipinang Baru Bunder – Jalan Cipinang Kebembem 1 – Jalan Cipinang Kebembem Raya – Jalan Cipinang Kebembem 3 – Jalan Pisangan Lama 3 – Jalan Pisangan Baru Timur – Jalan Pisangan Baru Tengah – Jalan Pisangan Baru Tengah 3 – Jalan Kayumanis 8 – Jalan Kayumanis Timur – Jalan Pramuka – Jalan Kayumanis Baru Ujung – Kayumanis 
  • Mikrolet M35 Pasar Senen – Pisangan Baru 
    Route : Pasar Senen – Jalan Letjen R. Suprapto – Tanah Tinggi – Johar Baru – Kramat – Jalan Percetakan Negara – Jalan Pramuka Raya – Utan Kayu – Matraman – Jatinegara – Pisangan Baru
    Tarif
    Rp 3000 – Rp 7000
    Jam Operasi
    05.30 – 21.00
    5.30 am – 9 pm
    Perkiraan Waktu Tunggu
    5 – 10 menit
  • Menerima pesanan dengan kiriman melalui ekspedisi Wahana, JNE, TIKI, Pos Indonesia, Mex Barlian Dirgantara maupun GOJEK
  • Melayani pembelian via online di Buka Lapak, Email maupun WA

Posisi Kedai Pramuka KakaQue berada dalam 1 area dan 1 gedung dengan expedisi LNP Pisangan Baru Selatan. 

Revida
Owner KakaQue

HP & WA
0819 08 317 316
0813 1077 95 15
0812 2010 68 48










    Minggu, 03 September 2017

    Ka Kedai Kwarda DKI sekaligus GM Kedai KakaQue

    SK dari Ka Yudhi Suyoto yang masih berlaku 

    Ini dia lho pengeloal nya Kedai KakaQue yang sekaligus sebagai Kepala Kedai Kwarda DKI Jakarta

    Kak Revida



    Senin, 14 Agustus 2017

    Apa Kabar Pramuka Sekarang? by Hasanudin Abdurakhman

    Apa Kabar Pramuka Sekarang?

    Hasanudin Abdurakhman - detikNews

    Jakarta - Pramuka dalam kenangan saya adalah soal Emak yang suatu hari membawa pulang satu set seragam yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Baju berwarna coklat muda, celana coklat tua. Ini sungguh berbeda dengan seragam putih biru, yang secara tak resmi dipakai sebagai seragam sekolah di kampung kami.

    Saya sebut seragam tak resmi karena pihak sekolah tak pernah menetapkannya sebagai baju seragam. Baju seragam adalah hal mewah di kampung kami dulu. Bisa berbaju saja sudah bagus. Banyak anak yang tak sekolah karena tak punya baju. Sehari-hari mereka tidak pakai baju.



    Seragam putih biru tadi adalah baju seragam yang kebetulan dijual Emak. Kami anak-anaknya dibekali dengan satu setel seragam itu. Pada hari-hari penting seperti 17 Agustus, kami memakainya. Hari-hari biasa kami lebih sering pakai baju biasa, seadanya. 

    Emak saya pedagang pakaian. Ia membeli barang-barang di kota, kemudian menjajakannya keliling kampung. Ketika melihat seragam putih biru, ia membelinya, dan menyuruh kami memakainya. Orang-orang lain melihat, lalu membeli seragam itu. Lalu kami bersama-sama memakai baju itu, khususnya pada hari besar, maka jadilah baju itu sebagai baju seragam. 

    Seragam coklat tadi dibawa Emak pada saat saya kelas 3 SD. Dia cobakan pada saya. Tak hanya baju, tapi juga ada topi berwarna coklat, yang kemudian saya kenal disebut baret. Juga ada kain segitiga berwarna merah putih, yang dililitkan ke leher. 

    "Apa ini, Mak?"

    "Kata penjualnya baju seragam Pramuka."

    "Apa Pramuka tu?"

    "Entahlah, Emak tak tahu."

    Jawaban soal Pramuka itu datang dari Pak Yat, guru yang baru ditugaskan ke sekolah kami. Dia satu-satunya guru yang ditugaskan oleh pemerintah. Guru-guru kami yang lain adalah guru-guru desa, yang gajinya dibayar oleh orang-orang kampung. Kelak mereka diangkat menjadi pegawai oleh pemerintah.

    Pak Yat tidak menjelaskan dengan kata-kata. Ia mengajak kami latihan Pramuka setiap Minggu sore. Apa kegiatannya? Ia mengajarkan banyak macam permainan yang menyenangkan. Juga sejumlah lagu-lagu baru, lagu riang yang bukan lagu wajib. 

    Sesekali kami diajari berbaris dan upacara. Tapi, itu bukan yang utama yang dia ajarkan. Ia lebih sering mengajarkan permainan, nyanyian, dan keterampilan. Berbekal dengan beberapa batang tongkat bambu dan belahan rotan, banyak benda yang bisa kami buat. Tiang bendera, gapura, tandu, serta kemah. Yang kami sebut kemah adalah pondok kecil beratap dedaunan.

    Pak Yat juga sering mengajak kami kerja bakti membersihkan sekolah. Membersihkan kelas sudah biasa kami lakukan melalui piket kelas. Tapi membersihkan lingkungan sekolah baru kami mulai sejak ada Pramuka ini. 

    Kami juga diajari membuat peta sederhana. Kami diajak pergi menjelajah, melintasi kampung dan kebun kelapa. Setelah itu Pak Yat mengajari kami membuat peta jalan yang kami lalui. Ia juga mengajari kami cara membaca peta yang dia buat.

    Pramuka bagi kami waktu itu adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagi saya, ini jauh lebih menyenangkan dari sekolah. Maka saya selalu menunggu hari Minggu sore, saat saya bisa ikut latihan Pramuka. 

    Setelah beberapa lama latihan, Pak Yat memperkenalkan beberapa hafalan, seperti Dasa Darma dan Tri Setya. Tidak perlu penjelsan panjang lebar soal makna hafalan itu. Kami bisa merasakannya dari kegiatan bersama Pak Yat selama ini.

    Pramuka bagi saya adalah cara hidup. Dekat dengan alam, menjaga dan merawat alam itu, terampil mengatasi berbagai masalah, menjalin hubungan erat dengan manusia. Itu substansi ajarannya. Saya mendapatkannya dari kegiatan yang diajarkan Pak Yat. 

    Saya ajarkan itu kepada anak-anak saya. Saya sering membawa mereka ke alam terbuka, berbekal makanan mentah ala kadarnya. Kami menjelajah, mengenali tempat-tempat, berinteraksi dengan penduduknya. Bertemu dengan anak-anak yang belum dikenal sebelumnya, lalu menjalin pertemanan. Sesekali kami menginap di tenda. 

    Bagaimana dengan Pramuka di sekolah sekarang? Saya yakin tak jauh berbeda dengan yang diajarkan Pak Yat pada saya. Namun apa boleh buat, saya pernah kecewa dengan sekolah anak saya.

    Ketika anak saya ikut jambore, ia tak perlu membangun tenda dan memasak. Tenda telah tersedia. Makanan dikirim dari katering. Bahkan sejumlah orangtua murid berjaga di sekitar lokasi perkemahan, siap sedia kalau ada yang perlu ditambah.

    Dalam pertemuan dengan orangtua murid sebelum jambore, guru pembimbing menjelaskan bahwa dalam jambore ini akan diadakan berbagai perlombaan. Salah satunya adalah keindahan gapura di depan tenda. Anak-anakkah yang membuat? Bukan. Gapura itu dibuat oleh pemborong yang dibayar oleh sekolah, dengan menarik sumbangan dari murid-murid.

    "Nilai apa yang hendak Anda ajarkan pada anak-anak melalui kegiatan macam ini?" tanya saya. Para guru berpandangan satu sama lain. Mungkin mereka tak pernah mengira akan mendapat pertanyaan seperti itu. Atau, mereka menganggap aneh pertanyaan itu.

    Dirgahayu Pramuka Indonesia!

    Hasanudin Abdurakhman cendekiawan, penulis dan kini menjadi seorang profesional di perusahaan Jepang di Indonesia

    Hari Pramuka Diperingati Tiap 14 Agustus, Ini Sejarahnya

    written by iken Purnamasari - detikNews


    Tanggal 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka Indonesia. Gerakan Praja Muda Karana (Pramuka) memiliki sejarah yang turut berkontribusi dalam perjalanan bangsa. Lahirnya Pramuka di Indonesia turut menyulut berdirinya pergerakan nasional.

    Dikutip detikcom dari laman resmi Pramuka, sebelum menggema di Indonesia, pramuka telah berkembang terlebih dahulu di Inggris lewat pembinaan remaja yang dilakukan oleh Lord Robert Baden Powell of Gilwell.

    Powell diketahui memiliki banyak pengalaman yang berpengaruh pada kegiatan di dalam Pramuka seperti pengalaman mengalahkan kerajaan Zulu di Afrika, keterampulan berlayar, berenang, berkemah dan masih banyak lainnya. Pengalaman itu ditulis Powell dalam sebuah buku berjudul 'Aids to Scouting'. 

    Buku itu yang menjadi panduan bagi tentara muda Inggris untuk melakukan tugasnya. Kemudian pimpinan Boys Brigade di Inggris meminta Powell untuk melatih anggotanya berdasarkan pengalamannya. 

    Pada 1908, Powell kembali menulis buku yang berisi pengalamannya tentang latihan kepramukaan. Buku ini berjudul 'Scouting for Boy' dan kemudian menyebar dengan cepat di Inggris dan negara lain, termasuk Indonesia.

    Pelopor gerakan kepanduan di Indonesia diawali dengan berdirinya Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) yang kemudian berubah menjadi Nederlands Indische Padvinders. Pada 1916, S.P Mangkunegara VII membuat organisasi kepanduan sendiri di tanah air, tanpa tangan dari Belanda. 


    Sejarah Pramuka di Indonesia.Sejarah Pramuka di Indonesia. Foto: Internet

    Organisasi itu diberi nama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO) dan merupakan organisasi kepanduan yang pertama di tanah nusantara. Lahirnya JPO menjadi penyemangat berdirinya organisasi kepanduan lain di Indonesia pada saat itu. 

    Pada masa penjajahan Jepang, organisasi kepanduan dan partai dilarang untuk beraktivitas. Barulah pada September 1945 sejumlah tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia berkumpul untuk melakukan pertemuan di Yogyakarta. Dari hasil kongres pada 27-29 September 1945 terbentuk Pandu Rakyat Indonesia.

    Kehadiran Gerakan Pramuka di Indonesia mendapat tempat penting di Indonesia bertolak pada ketetapan MPRS No. II/ MPRS/ 1960. Presiden Sukarno memberikan amanat kepada pimpinan pandu di Istana merdeka pada 9 Maret 1961. Amanat itu untuk lebih mengefektifkan kepanduan sebagai komponen penting dalam pembangunan bangsa. 

    Lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa yang kita ketahui saat ini disahkan dalam Keppres Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian pada 14 Agustus 1961, secara resmi Gerakan Pramuka diperkenalkan kepada masyarakat setelah Presiden Sukarno menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keppres Nomor 448 Tahun 1961. 

    Sabtu, 24 Juni 2017

    Raimuna Nasional XI 2017 - 13 Agustus sampai dengan 21 Agustus 2017 bertempat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

    Gambaran Umum Kegiatan Raimuna Nasional XI 2017

    Gerakan Pramuka adalah Gerakan pendidikan yang bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, Mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

    Gerakan Pramuka menyelenggarakan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan jiwa peserta didik sebagai upaya pencapaian tujuan akhir proses pembinaan yaitu pembentukan watak. Sesuai dengan tujuan akhir tersebut, maka salah satu kegiatan bagi Pramuka Penegak dan Pandega adalah Raimuna.
    A. Apa Raimuna Nasional Itu?

    Raimuna merupakan kegiatan pertemuan besar dengan berbagai aktivitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif dalam bentuk perkemahan. Kata Raimuna berasal dari bahasa Ambai, daerah Yapen Timur, kabupaten Yapen Waropen, Papua. Kata Raimuna merupakan gabungan dua kata yaitu Rai dan MunaRai berarti sekelompok orang yang berkumpul untuk mencapai tujuan tertentu yang ditetapkan  bersama. Sedangkan Muna adalah daya  kekuatan jiwa seseorang yang berpengaruh baik dalam mencapai kesuksesan. 

    Dengan demikian, raimuna memiliki arti sekelompok orang yang hidup dalam suatu kekuatan dengan dijiwai oleh sesuatu daya kekuatan yang selalu memberi semangat  tinggi dalam mencapai tujuan. oleh karena itu, untuk Membina dan mengembangkan persaudaraan dan persatuan dikalangan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, perlu dilaksanakan Raimuna Nasional karena Raimuna Nasional merupakan wadah pertemuan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega seluruh Indonesia untuk mempererat tali persaudaraan sesama Anggota Pramuka dalam berbagai aktivitas yang inovatif, kreatif, edukatif, rekreatif dan produktif dalam bentuk perkemahan.

    B. Kapan dan Dimana Raimuna Nasional Dilaksanakan?

    Raimuna Nasional 2017 akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada tanggal 13 s.d 21 Agustus 2017. Pada kegiatan Raimuna Nasional Tahun ini, Pelaksana Kegiatan mengangkat tema yaitu “Pramuka Untuk Masa Depan Indonesia”

    C. Apa Saja Kegiatan yang Dilaksanakan Pada Saat Raimuna Nasional 2017?

    Kegiatan dalam Raimuna Nasional 2017 dibagi ke dalam 8 kelompok kegiatan yaitu : 

    1. Kegiatan Umum & Persaudaraan
    • Ibadah Keagamaan 
    • Upacara Adat Bhinneka Tunggal Ika 
    • Upacara Pembukaan 
    • Upacara Hari Pramuka Ke 56  
    • Upacara Hari Kemerdekaan RI Ke  72 
    • Upacara Bendera 
    • Olahraga 
    • Korve Tenda 
    • Malam Bhinneka Tunggal Ika 
    • Upacara Penutupan 
    2. Kegiatan Khusus 
    • Mural Painting and Baliho 
    • Malam Selamat Datang 
    • Gapura Nusantara 
    • Jumpa Tokoh Inspiratif 
    • Hari Kemerdekaan RI ke-72 
    • Malam Refleksi Kebangsaan 
    • Kegiatan Pimpinan Kontingen Daerah dan Bindamping 
    3. Global Development Village & Science 
    • Zona Kewirausahaan 
    • Zona Komunitas 
    • Zone Teknologi dan Informasi  
    4. Tur Edukasi 
    • Budaya 
    • Keterampilan 
    • Teknologi 
    • Sejarah  
    5. Rover Challenge 
    • Adventure land 
    • Water Activity 
    • High Rope 
    6. Subcamp 
    • Kwarda Jawa Barat 
    • Kwarda Banten 
    7. Seni dan Budaya 
    • Pentas Seni Daerah 
    • Variety Show 
    8. Festival Raimuna Nasional 2017 
    • Karnaval Nusantara 
    • Masak Besar 
    • Kuliner Nusantara 

      D. Bagaimana MAskot dan Logo Raimuna Nasional 2017

    1. Logo Raimuna Nasional 2017

    Logo Raimuna Nasional 2017

    Makna Logo: 
    •  Gambar Tali Simpul berbentuk huruf “R” dan Angka “11”  melambangkan kegiatan Raimuna yang ke 11 
    • Gambar 3 (Tiga) Tenda : melambangkan dalam kegiatan Raimuna Nasional 2017 adalah berkemah serta mengamalkan Tri Satya   
    • Lambang WOSM dan Tunas Kelapa: melambangkan kegiatan diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka 
    • Tulisan “Raimuna Nasional XI 2017” Berwarna Merah memiliki arti semangat kegiatan terus meningkatkan persaudaraan, mencetak generasi Pramuka yang Kreatif, Inovatif, berkarakter 

    2. Maskot Raimuna Nasional 2017

    Maskot Raimuna Nasional 2017
    Makna Maskot: 
    • Gambar Badak Jawa melambangkan bahwa kita melestarikan badak jawa yang sudah hampir punah 
    • Sebutan INO merupakan sebutan bagi Maskot badak jawa 
    • Mengenakan Seragam Pramuka melambangkan siap ikut serta dalam kegiatan Raimuna Nasional 2017

    Kamis, 25 Mei 2017

    We Are Moving - Kedai Pramuka KakaQue


    Aktivitas Jual Beli 
    Kedai Pramuka KakaQue pindah ke lokasi baru :
    Jalan Raya Utan Kayu No. 86A RT 05 RW 010 
    Kelurahan Utan Kayu Utara 
    Kecamatan Matraman Jakarta Timur 13120






    Fasilitas :

    • Ruangan Kedai Ber-AC
    • Parkiran luas
    • Transaksi Tunai maupun non Tunai dengan mesin EDC BCA
    • Terima pembayaran dengan Credit Card VISA/MASTER
    • Menerima pembayaran kartu KJP (Kartu Jakarta Pintar)
    • Mudah di akses angkutan umum yang melintas lewat depan Kedai yaitu Metromini 49 jurusan Manggarai - Pulo Gadung dan Metromini 46 jurusan Pulo Gadung - Kampung Melayu.
    • Menerima pesanan dengan kiriman melalui ekspedisi Wahana, JNE, TIKI, Pos Indonesia, Mex Barlian Dirgantara maupun GOJEK
    • Melayani pembelian via online di Buka Lapak, Email maupun WA

    Posisi Kedai Pramuka KakaQue berada dalam 1 area dan 1 gedung dengan BTN Utan Kayu

    HP & WA
    0819 08 317 316
    0813 1077 95 15
    0812 2010 68 48

    Telp/Fax 021 859 00278


    Revida (Umi Pakam)
      Owner KakaQue